Friday, November 22, 2019

Berita an information from faculty

Dalam acara tersebut peserta terlihat antusias dan beberapa dijadikan kelompok diskusi, tak lupa mereka berswafoto lalu mempostingnya di media sosial masing-masing. “Sengaja kami posting di media sosial masing-masing, karena sebagai mahasiswa komunikasi kita memiliki beban moral dalam menyampaikan pesan terhadap masyarakat. Dimana pesan tersebut harus positif tentunya,”lanjut Yusup.

Acara seperti ini seharusnya dijadikan rutinitas dikalangan akademisi, menjadi contoh untuk masyarakat dalam peran mahasiswa sebagai agent of change dengan meningkatkan literasi masyarakat kabupaten Subang.

“Kedepannya kita akan berusaha mengadakan kembali acara-acara seperti ini, kami pun berharap kepada pemerintah daerah agar meningkatkan fungsi perpustakaan daerah yang selama ini kurang baik dalam pengelolaannya. Kita sebagai mahasiswa pun terkadang kesulitan mencari bahan referensi untuk mengerjakan tugas, kita harus mencari buku ke luar kota ditengah waktu yang deadline karena di perpus daerah tidak tersedia. Begitu keluh Yusup yang berhasil kami wawancarai.

Dalam masalah ini memang diperlukan korelasi antara pemerintah dan masyarakat secara berkesinambungan demi menciptakan daerah/kota yang maju.

(Yoga/Ing)

 

SUMBER BERITA : aksarajabar.com